Sejarah Bola Tangkas Enko dan Tragedi Kerusuhan 1998

Sejarah Bola Tangkas Enko dan Tragedi Kerusuhan 1998 memang agak susah untuk bisa memaparkan bagaimana kenyataan peristiwa dari aksi rusuh itu, hal ini dikarenakan pada kejadian yang ada sebelumnya memiliki banyak informasi atau juga laporan yang berbeda-beda ceritanya. Apabila kita paparkan secara sederhana maka bisa kita gambarkan sebagai berikut ini :

Awal mula perkelahian ini dipengaruhi sejumlah anak muda didaerah sana dengan preman dari Timor Timur, Batak dan Ambon yang menjaga daerah tempat hiburan bola tangkas biasa disebut judi Mickey Mouse Enko yang terletak di Jalan KH. Zainul Arifin Nomor 11, daerah Ketapang – Jakarta Barat pada saat tanggal 21-22 November 1998 malam harinya.

Hal ini hanya dikarenakan perebutan lahan parkir yang dimiliki oleh penduduk Muslim disana yang merasa terganggu oleh kehadiran agen bola tangkas ini, para anak muda dari kampung itu terdesak dalam keadaaan yang sudah babak belur.

Salah seorang diantaranya yang bernama Irfan langsung saja mengadu pada ayahnya yang bernama Zainuddin, seketika itu juga ia langsung tidak bisa menerima kejadian yang ada dan memberikan dampak buruk pada anaknya itu serta bertindak langsung untuk menuntut manajemen dari tempat judi bola tangkas Enko untuk bisa bertanggung jawab.

Namun apa yang didapat malah sebaliknya, Zainuddin juga ikut terlibat bentrok dengan para preman tadi. Ketua RT sempat melerai dan pihak manajemen serta pengelola Enko langsung bersedia untuk berdamai juga menanggung semua biaya pengobatan Zainuddin dan anaknya Irfan di rumah sakit.

Sehari setelah itu yaitu hari minggu pada jam setengah enam pagi, yang kebetulan sama dengan hari raya Isra Miraj sekitar 100 masyarakat bersuku Ambon, sebagian Batak juga mendatangi Kampung Ketapang dan mengajak warga berkelahi. Mereka menyerang warga yang ada di depannya secara membabi buta, ada 1 motor di mesjid Khairul Biqa dibakar dan 4 orang warga yang telah menjadi korban. Mereka tidak ragu untuk melempari kaca mesjid dengan batu hingga pecah.

Tahan Manahan Simatupang Ditangkap oleh Front Pembela Islam

Warga lainnya langsung melakukan serangan balik dan membuat preman itu terpaksa mundur, dan ditangkapnya juga seorang preman yang bernama Tahan Manahan Simatupang langsung diamankan oleh FPI (Front Pembela Islam). FPI merupakan organisasi Islam garis keras yang dibentuk dan sekaligus dipimpin oleh KH. Al Habib Al Riziq Shihab pada Agustus 1998, menurut FPI hal itu diakui oleh Tahan bahwa dia dibayar sebesar 40.000 rupiah untuk meneror umat Islam. Tetapi pengakuan ini sulit dibuktikan kebenarannya karena Tahan dibunuh secara sadis oleh massa.

Pada jam 7 pagi sekitar seratus orang mengepung tempat perjudian Bola Tangkas Enko, kian bertambah sampai jam 9 pagi karena adanya isu soal mesjid Khairul Biqa yang dibakar yang ternyata hanyalah kabar burung. Beberapa orang datang dari lokasi yang letaknya jauh dari daerah Ketapang itu sendiri, seperti Tangerang, Tanah Abang dan juga Tanjung Priok. Warga langsung saja menerobos barikade dari aparat keamanan serta melakukan penghancuran Gereja Kristus Ketapang yang letaknya dekat dengan lokasi Enko itu sendiri.

Baca juga tentang Kenali Permainan Bola Tangkas Online Dulu dan Sekarang

Plaza Gajah Mada diduga menjadi persembunyian preman yang ingin dibakar namun untung saja pada jam 11 siang pasukan marinir datang untuk mencegah warga yang mau membakar mall tersebut. Dan masih ada beberapa tempat yang ingin dihancurkan oleh warga karena pemicu awal tadi, sekitar 22 tempat yang kebanyakan gereja yang diserang ini dinamakan tragedi Ketapang.

Written by Bola Tangkas Net 88